August 2016 | Download MP3 & Jadwal Majelis

Tuesday, August 30, 2016

Kajian Fiqih Tasawuf bersama Habib Muhammad bin Husein Al Habsyi


Rekaman Mp3 Kajian Fiqih Tasawuf Senin Malam Majelis Ar-Raudhah, dengan tema "TAYAMUM DAN KEISTIMEWAANNYA BAGI UMAT NABI MUHAMMAD" Bersama Maulana Habib Muhammad bin Husein bin Anis Al Habsyi Di Markas Besar Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhah Jl Dewutan No.112 Semanggi Pasar Kliwon Solo
Download mp3 disini

Video dan MP3 MPR RI Bersholawat Bersama Habib Syekh

Mohon maaf jika cuma durasi 1 jam saja

Monday, August 29, 2016

Cara Mengadakan Majelis Rosulullah



Assalamualaikum wr.wb bagi para jamaah yg ingin wilayahnya berkesempatan untuk mengadakan MAJELIS RASULULLAH SAW bisa menghubungi sdr. Muhammad tohir 021-798-6709 - 0878-8887-4532
Jadilah dirimu pembantu syiarnya agama ALLAH SWT yg membuat gembira dan tersenyumnya RASULULLAH SAW

Saturday, August 27, 2016

Friday, August 26, 2016

Sejarah Singkat Maulid Simthuduror dan Tradisi Haul Solo


Oleh : @Habib Muhammad bin Husein bin Anis Al-Habsyi (FB)
Salah satu yang khas pada haul di Solo ialah pembacaan Maulid Simthud Durar alias Maulid Al-Habsyi. Acara yang diadakan sehabis shalat subuh ini tak kalah khidmat dibanding majelis haul itu sendiri, yang berlangsung sehari sebelumnya.
Juga sama ramainya karena para hadirin dari luar kota umumnya menginap dua malam supaya dapat mengikuti kedua majelis itu sekaligus. Atau, kalaupun mereka tak cukup punya waktu, mereka akan memilih salah satu dari keduanya : kalau tidak majelis haul, ya majelis maulid saja.
Tradisi pembacaan maulid Al-Habsyi ini, sangat boleh jadi, sudah berlangsung sejak haul pertama kali diadakan di Solo oleh Habib Alwi bin Ali bin Muhammad Al-Habsyi. Maklumlah, penyusun maulid tersebut tidak lain adalah shohibul haul, yaitu Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, ayahanda dari Habib Alwi.
Habib Ali mulai menyusun Maulid Al-Habsyi pada usia 68 tahun. Yaitu pada 10 Shofar tahun 1322 H. Beliau tidak menulis, melainkan mendiktekannya kepada putra sulungnya, Habib Muhammad bin Ali. Dikte berlangsung dalam tiga majelis. Pada majelis pertama didikte bagian khutbahnya saja. Usai mendikte, Habib Ali meminta Habib Muhammad membacakannya..
“Insya Allah aku akan segera menyempurnakannya,” kata Habib Ali.
Dan benar, tak lama kemudian beliau menyuruh Habib Muhammad menulis lagi, dimulai dari :
فسبحان الذي أبرز من حضرة الإمتنان
hingga 
و يكتب بها بعناية الله في حزبه

Selanjutnya Simthud Durar disempurnakan pada majelis ketiga yang berlangsung pada hari Selasa awal bulan Rabi’ul Awal pada tahun yang sama.
“Maulid ini sangat menyentuh hati karena baru saja selesai diciptakan,” kata Habib Ali seusai putranya membacakan seluruh Maulid.
Dan pada 10 Rabiul Awal tahun itu juga. Pada majelis ini Habib Ali menyempurnakan karya yang sudah jadi.
Kabarnya, setiap majelis pendiktean berlangsung singkat (khafif). Untaian kata-kata yang merangkai Maulid meluncur begitu saja dari mulutnya, mengalir bak aliran air. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan Habib Ali sendiri,
“Ini adalah ilham yang diberikan Allah kepadaku.”
* LATAR BELAKANG PENYUSUNAN MAULID SIMTHUD DURAR
Mengenai latar-belakang mengapa beliau menyusun Simthud Durar, beliau berkata,
“Sudah sejak lama aku berkeinginan untuk menyusun kisah maulid. Sampai suatu hari anakku Muhammad datang menemuiku dengan membawa pena dan kertas, kemudian berkata kepadaku, ‘Mulailah sekarang.’ Aku pun lalu memulainya.”
Sudah sejak lama Habib Ali menggelar majelis maulid di tempatnya di Sewun, setiap tahun. Seperti diungkapkan cucunya, Habib Abdul Qadir bin Muhammad bin Ali, majelis itu mulai berlangsung pada tahun 1296 H. Yang dibaca saat itu adalah Maulid Ad-Diba’i. Sejak pertama kali digelar, majelis ini mengundang banyak peminat. Jumlah mereka setiap tahun selalu bertambah dan bertambah. Karena itu tempatnya pun dipindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain karena tempat yang lama tidak lagi menampung. Kalau mula-mula di dalam ruangan, yaitu di ribath dan kemudian di Masjid Jami’, selanjutnya acara dilangsungkan di tempat terbuka, yaitu di halaman Anisah.
Suatu kali, ketika sedang berziarah ke makam Rasulullah SAW di Madinah, Habib Ali merasa dirinya tidak pantas menjadi cucu Rasul karena, menurut perasaannya, beliau banyak kesalahan.
Maka pecahlah tangisnya. Tiba-tiba beliau melihat makam Rasul SAW pecah/terbelah, dan di sana ada sinar yang tembus ke langit. Melihat itu, beliau langsung pingsan. “Sejak itu, beliau memiliki dorongan yang kuat untuk menulis Maulid,” ungkap Ustaz Abdul Halim Mas’ud Pasuruan, mengutip kata-kata almaghfur lah Habib Anis bin Alwi Al-Habsyi Solo.
Entahlah. Apa memang betul hal itu atau hal lain yang menerbitkan dorongan di hati Habib untuk menyusun Maulid. Tetapi yang jelas, cintanya kepada Rasulullah SAW yang sangatlah kuat dan mendalam. Dan cinta mendalam itulah yang menurutnya, membuat Simthud Durar disukai oleh masyarakat.
“Pujianku kepada Nabi SAW dapat diterima oleh masyarakat. Ini karena besarnya cintaku kepada Nabi SAW,” ujar beliau".
Setahun setelah beliau mendiktekan Simthud Durar, beliau membacakannya di hadapan khalayak pada majelis maulid. Ternyata tanggapan mereka sangat bagus. Maka mulailah maulid ini tersebar luas di Sewun. Dari Sewun Simthud Durar terus menjalar, hingga keluar dari batas-batas negara. Yaitu ke Mekah, Madinah, Afrika dan Indonesia.
* SIMTHUD DURAR MASUK KE INDONESIA
Kapan awal mula Masuk ke Indonesia..? diperkirakan mulai masuk sekitar tahun 1920-an, dibawa oleh murid-muridnya yang dipelopori oleh Al-Habib Bin Idrus Al-Habsyi dan diteruskan oleh Al-Habib Ali Bin Abdurrahman Al-Habsyi Kwitang Jakarta.
Mula-mula maulid ini lebih banyak dikenal di kalangan para Habaib. Namun dalam satu dua dasa-warsa terakhir mulai dikenal di kalangan luas. Bermunculan majelis-majelis maulid Al-Habsyi, berikut hadrah Banjarinya. Acara-acara peringatan maulid, walimah (penganten atau khitan) dan tasyakuran mulai banyak yang diisi dengan pembacaan maulid Al-Habsyi – meski maulid Ad-Diba’i dan Al-Barzanji masih belum ditinggalkan. Begitu pula dengan majelis Haul.
Khusus majelis Haul ada yang unik. Di beberapa tempat, pembacaan maulid Al-Habsyi dilakukan secara khusus, seusai shalat subuh. Ini mungkin terimbas atau meniru tradisi haul di Solo. Hanya saja, kalau di Solo majelis haul dan majelis maulid dilangsungkan pada hari berbeda, di tempat lain pada hari yang sama : paginya majelis maulid, siangnya majelis haul.
* HUBUNGAN SIMTHUD DURAR DENGAN HADRAH AL-BANJARI
Simthud Durar sekarang begitu identik dengan hadrah Al-Banjari. Seringkali orang dibuat rancu antara keduanya, seolah keduanya dua hal tak terpisah :
Majelis Habsyian ya majelis Banjari, majelis Banjari ya majelis Habsyian. Sebab, di mana dibacakan maulid Al-Habsyi, di situ pasti ada hadrah Banjari.
Padahal kenyataannya Simthud Durar dan hadrah Banjari adalah dua hal yang berbeda, terlahir di daerah berbeda. Simthud Durar lahir di Sewun (Hadramaut), Al-Banjari lahir di Banjarmasin (Kalimantan Selatan) sebelum orang setempat mengenal maulid tersebut.
Adapun pada majelis Maulid Al-Habsyi di haul Solo, sejak dulu dipakai rebana sebagai pengiring maqam (salawat sambil berdiri) atau lagu-lagu lain. Namun, rebananya bukan rebana Banjari, melainkan rebana khas Hadramaut.
Terdiri atas empat rebana, bentuknya beraneka ragam : ada yang bulat, ada yang kotak (bujur sangkar), ada pula yang persegi lima. Ukurannya pun jauh lebih besar, yaitu berdiameter sekitar 50 cm. sehingga cukup berat.
Dan dalam perkembangan berikut keduanya berjalan beriringan. Saling dukung. Berkat Simthud Durar, hadrah Banjari sekarang dikenal secara lebih luas. Begitupun sebaliknya, dengan dukungan rebana Al-Banjari, yang notabene memiliki karakter terbuka terhadap lagu-lagu baru dan terhadap aransemen serta irama baru, Simthud Durar menjadi lebih cepat perkembangannya.
Semoga bermanfaat dengan membacanya kita akan sejarah singkat mengenai perkembangannya Maulid Sinthud Durar ini..
Amiin Yaa Robbal 'Alamin.

Thursday, August 25, 2016

Monday, August 22, 2016

Etika Ketika di Dalam Masjid


1. Hindari berbicara tentang masalah duniawi ;
روي عن الحسن أن النبي صلى الله عليه وسلم : يأتي على أمتي زمان يكون حديثهم في مساجدهم لأمر دنياهم ، ليس لله فيهم حاجة فلا تجالسوهم .
Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda : " Akan datang suatu masa dimana pembicaraan umatku tentang masalah DUNIAWi mereka berada di dalam masjid. Allah tidak butuh mereka, karenanya, jangan kamu duduk duduk dengan mereka."
2. Menjadikan masjid sebagai rumah idaman :
قال الحكيم بن عمير صاحب رسول الله صلى الله عليه وسلم : كونوا في الدنيا أضيافا، واتخذوا المساجد بيوتا وعلموا قلوبكم الرقة ، وأكثروا التفكر والبكاء لا تختلفن بكم الأهواء .
"Seorang sahabat Nabi bernama Hakim bin Umair berkata: " Bertamulah kamu di dunia ini, jadikan masjid masjid sebagai rumah idaman, ajari hatimu tentang sikap lemah lembut, perbanyak interopeksi diri, menangis karena takut pada Alloh dan sungguh janganlah keinginan nafsumu menjadikan dirimu berubah tidak ta'at."
3. Menjaga kesucian dan kehormatan Masjid :
قال الفقيه رحمه الله تعالى : إنما يصير للعبد منزلة عند الله تعالى إذا عظم أوامره ، وعظم بيوته وعباده .....
Al Imam al Faqih berkata: "Seorang mukmin akan memperoleh derajat tinggi di sisi Alloh, bilamana : ia mampu menghormati perintah Alloh, menghormati masjid masjid-Nya dan menghormati para hamba-Nya."
4. Berlama lama di masjid :
قال إبن سبرة : ألمنافق في المسجد كالطير في القفص
" Orang munafik itu jika di dalam masjid seperti seekor burung dalam sangkar "
Ya Alloh .... Anugerahkan pada kami cinta memakmurkan masjid-Mu
Sumber : Fan Page Habib Muhammad bin Husein Al Habsyi

Jadwal Kajian di Masjid Jami' Assegaf Solo



Anda haus akan ilmu..? Tempat yg nyaman..? Dan anda sibuk dengan rutinitas kerja..? Disini tempatnya. 
Masjid Jami Assegaf pasar kliwon solo, menyelenggarakan berbagai kajian 

Saturday, August 20, 2016

Pertanyaan Rabi;ah al Adawiyah Sebagai Renungan Kita


Mari Kita Simak dan Renungkan Pertanyaan Berharga Shufi Wanita Rabi'ah al-Adawiyah RH.
Suatu saat Imam Sufyan ats-Tsauri RH mendatangi rumah Rabi'ah dgn tujuan melamar beliau, dan Rabi'ah menyodorkan beberapa pertanyaan sebagai Mahr ( Mas Kawinnya) jika bisa menjawab berarti lolos bisa mempersuntingnya.
Pertanyaan-Pertanyan Rabi'ah al-'Adawiyah
Kepada Imam Sufyan ats-Tsauri:
1. Semua manusia akan mati termasuk saya, apakah saya akan mati dlm keadaan beriman ( Husnul Khatimah ) atau dlm keadaan kafir ( Su'ul Khatimah ) ?
2. Semua mayat akan ditanya dlm quburnya termasuk saya, apakah saya mampu menjawab dgn benar atau justru tidak bisa menjawab ?
3. Qubur itu adalah tempat kita kembali termasuk tempat saya juga, dan qubur itu adalah cerminan kehidupan kekal akhirat yaitu kebun sorga dan lembah hina neraka, lantas dimanakah tempat yg tepat utk saya kelak kebun surga atau lembah neraka?
4. Kelak di hari qiyamat akan ada hitungan amal ( Hisab ) buat semua manusia termasuk saya juga akan dihisab, lantas lebih banyak manakah hitungan amalku yg baik atau yg buruk?
5. Kelak juga ada timbangan amal ( Mizan ), lantas lebih berat manakah jumlah amalku berat yg baik atau yg buruk?
6. Kelak ada sebuah jembatan di akhirat (Shirath) yg semua manusia akan melintas diatasnya termasukpula saya, dimana cepat atau lambatnya melintas ditentukan oleh amalnya, lantas apakah saya mampu melintasinya dgn cepat atau lambat?
7. Kelak di akhirat semua manusia termasuk saya akan dijemput dan disambut oleh salah satu malaikat yaitu Malik dan Ridlwan, lantas siapakah yg akan menjemput dan menyambut saya?
8. Hanya ada dua pilihan tempat di akhirat kelak yaitu Surga dan Neraka, dimanakah saya akan ditempatkan?
9. Orang2 mu'min yg mencintai dan dicintai Rasulullah SAW akan minum di telaganya (Al-Haudlul Kautsar), apakah saya akan diizinkan utk meminumnya meski hanya setetes?
10. Di akhirat orang yg beruntung akan melihat wajah agung Allah SWT yg didamba2kan semua makhluk dan merupakan nikmat paling agung jika dibandingkan ribuan surga, apakah Allah akan memperlihatkan kepada saya atau justru DIA SWT berpaling dari pandangan saya?
Mendengar Pertanyaan-pertanyaan Rabi'ah tsb,
Imam Sufyan ats-Tsauri hanya diam 1000 bahasa tanpa kata2 lalu pulang dgn rasa malu dan berkhalwat di kediamannya serta menangis sejadi2nya hingga tiba waktu Shubuh sambil mengadu kepada Allah SWT. " Ya Allah Dzat Yg Maha Melihat Hati2 yg tersembunyi dibalik bangkai kotor tanpa berharga ini, mengapa Engkau menakdirkanku hidup jika tidak bisa dekat kepadamu hanya satu detik kuingat kepada-Mu tapi puluhan jam sudah kubuang percuma. Alangkah bahagianya diriku Ya Rabb jika kelak Rabi'ah bersanding dgn-Mu dan Rasul-Mu meski aku iri hati tak dapat tertutup dan cemburu dgn kemesraan abadi itu... Derajat cintaku dan Rabi'ah kepada-Mu ibarat semut dan gajah yg tak dapat menandingi sampai kapanpun kebesarannya... Aku benar2 cemburu dan menyesali diri melihat 2 Rakaat Shalat Rabi'ah yg selalu engkau pandang tanpa henti hingga rampung sementara ratusan rakaat yg kupersembahkan kepadamu tak pernah Engkau lirik karena busuknya hatiku yg pongah dan lalai dr pandangan-Mu.
Jika shalat dan cintaku pada-Mu tak mampu menyamai dan mengalahkan Rabi'ah maka jadikanlah Niat atau Salamku setara nilainya dgn Niat dan Salamnya Rabi'ah kepada-Mu."
-------------------------
**********************************************
SAUDARA DAN SAUDARIKU YANG SELALU BERADA DALAM PANDANGAN ALLAH SWT DENGAN RAHMAT AGUNGNYA
JIKA SETELAH MEMBACA PERTANYAAN2 RABI'AH RAHIMAHALLAHU, INI ANDA TIDAK BISA MENETESKAN AIR MATA ATAU PALING TIDAK BERGETAR HATINYA, MAKA SEJAUH MANA ANDA MERENUNGI CINTA ANDA KEPADA ALLAH APAKAH LEBIH BESAR DAN TULUS DARI RABI'AH DAN SUFYAN ATS-TSAURI TANYAKANLAH PADA HATI ANDA???
Penulis dan Pemosting Artikel ini mendapatkan inspirasi besar dibalik penulisannya dan teringat saat Sang Guru mengajar bab ini beliau meneteskan air mata hingga pelajaran tidak dilanjutkan spontan tanpa instruksi puluhan pasang mata yg mengaji saat itu berderaian airmata. Ingatlah saudara/i-ku pengaruh guru Tashawwuf itu sangat kuat karena mengajar melalui hati dan jiwa tak hanya sebatas kata-kata semata...
Termasuk saat penulis postingan ini menyalin dr buku catatannya tak mampu membendung air mata meratapi kehinaan dihadapan Sang Khaliq Yang Begitu Perkasa dan Gagah hingga diri ini ibarat debu yg beterbangan tak ada keberhargaan.
اللهم اجعلنا من عبادك الصالحين والصالحات ولعبادتك مخلصا ولمحبتك مستقيما ولسخطك عاءذا ولرضاك راجيا ولغفرانك ساءلا
اللهم انظرنا بعين رحمتك العظيم
اللهم اجعلنا من التاءبين
اللهم انا نسألك حسن الخاتمة ونعوذبك من سؤها وأن تتوفنا بالإيمان والإسلام والتوبة برحمتك يا ارحم الراحمين.
اللهم اختم في أخر حياتنا بقول
لا إله إلا الله محمد رسول الله
Created and Posted By:
Yenny Ayni el-Mahfuzhah el-Junaydi An-Nahdliyah Al-Asya'iroh.
Nb: Jika postingan ini membawa manfaat bagi anda silahkan like save and share jika tidak bermanfaat sama sekali dan menjenuhkan cukup dibaca saja !!!
Bukan tawa yg saya inginkan dari anda tapi yg saya harapkan tangisan kepada Ilahi Al-Azhim Rabbi Al-Karim Malikul Alamin...!

Kajian Habib Novel - Dimana Allah

Kajian Habib Novel 19 Agustus 2016 Dimana Allah

Friday, August 19, 2016

Pembukaan Majelis Albahjah di Bandung


Hadirilah dan syiarkanlah,
Pembukaan Majelis Albahjah Bandung bersamaBuya Yahya, Rabu 24 Agustus 2016
sampaikan kepada yang lain karena Rasululloh bersabda "Barang siapa menunjukkan suatu kebaikan maka akan mendapatkan pahala seperti yang melakukannya"

Ajib Lagu 17 Agustus di Iringi Hadroh

Kajian Ahbaabul Musthofa 17 Agustus 2016


Rekaman kajian rutinan rabu malam kamis 17 Agustus 2016 Majelis Ahbaabul Musthofa bersama Maulana Habib Syech bin Abdul Qodir As-segaf, Maulana Habib Muhammad bin Husein bin Anis Al Habsyi diGEDUNG "BUSTANUL ASYIQIN" SOLO.

Thursday, August 18, 2016

Borong DVD Kajian Habib Novel


Berminat ?
Dengan Memborong DVD ini, anda ikut berpartisipasi dalam Dakwah Kami...
Hubungi via
1. Khusus Whatsapp : 081228060916
2. Telpon/SMS : 081904546117

MPR RI Besholawat


HADIRILAH, IKUTILAH, DAN SYIARKANLAH 

Untuk Pertama Kalinya Dalam Sejarah Indonesia:

MPR RI BERSHOLAWAT BERSAMA SAYYIDIL HABIB SYECH BIN ABDUL QODIR ASSEGAF (Pengasuh Majelis Ahbaabul Musthofa Surakarta) 

Yang Insya Allah Akan Diadakan Pada:
- Hari, Tanggal: Senin, 29 Agustus 2016
- Pukul: 19:30 WIB (Bakda 'Isya)
- Bertempat di: Komplek Gedung DPR/ MPR RI Jakarta Indonesia.

TERBUKA UNTUK UMUM, LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN

Jangan lupa ajak keluarga dan saudara, kerabat dan sahabat, serta teman-teman tercinta, dan juga semua orang yang anda cintai dan yang mencintai anda. Tak lupa sebarkan informasi ini, insya Allah berpahala karena telah mengajak kepada kebaikan dan ikut andil dalam mensyiarkan Islam yang benar.

Kita doakan bersama semoga menyusul ISTANA NEGARA BERSHOLAWAT.

Monday, August 15, 2016

Keimanan Dalam Mencintai Tanah Air


Mungkin kita seringkali mendengar kalimat berikut
حب الوطن من الإيمان
Cinta tanah air adalah sebagian dari iman.
Namun kita juga sering mendengarkan pula banyak sekali yang mengatakan bahwa hadits tersebut adalah palsu dan maudhu' lalu menganggap kecintaan kepada tanah air bukanlah bagian dari iman.
Hadits diatas memang maudhu' jadi jangan kita sebut ucapan diatas adalah sabda Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam, akan tetapi makna hadits itu adalah shohih.
Bahwasanya termasuk kesempurnaan iman seseorang yaitu ketika dia bisa meneladani Nabi didalam mencintai negaranya.
Rasulullah saw. telah mengajarkan kepada kita untuk mencintai negara. Saat beliau akan hijrah ke Madinah beliau berdiri menghadap Makkah, menatapnya dan berkata kepadanya –seakan-akan kota Makkah merasakan dan mendengar ucapan perpisahan Nabi ini-,
((والله إنك لأحب بلاد الله إليَّ ، ولولا أن أهلك أخرجوني منك لما خرجت))
“Demi Allah, sesungguhnya engkau adalah bumi Allah yang paling aku cintai. Sungguh, kalaulah seandainya wargamu tidak mengusirku, tentu aku tidak akan keluar meninggalkanmu.”
Makkah adalah bumi yang paling beliau cintai karena Makkah adalah tanah air beliau.
Ketika Nabi sudah hijrah di Madinah, dan Madinah menjadi negaranya beliau mengungkapan rasa cintanya secara eksplisit. Suatu hari beliau berbicara menghadap salah satu gunung di Madinah, yaitu gunung Uhud,
"أحدٌ جبلٌ يحبنا ونحبه"
“Gunung Uhud adalah gunung yang mencintai kami dan kami mencintainya.”
Nabi juga selalu melindungi negaranya Madinah dari segala hal yang mengganggu, mengancam keamanan dan stabilitasnya, mengganggu kenyamanan, kebahagiaan dan kesejahteraan warganya. Nabi menetapkan Madinah sebagai area suci yang aman (haraman aaminan): Tiap individu dilindungi, haknya tidak dilanggar dan tidak diperlakukan buruk. Orang-orang yang menjadi kewajiban umat Islam untuk melindunginya (dzimmah) hak-haknya dipenuhi, dan warga lain yang bersepakat untuk hidup bersama dan berdampingan secara damai (mu’ahad dan musta`man) hak-haknya juga tidak dibelenggu. Di negara tersebut, tidak ada upaya konspirasi untuk memperlakukan warganya secara buruk.
Imam Ahmad bin Hanbal dalam kitab al-Musnad juga meriwayatkan dari sahabat al-Sa`ib bin Khallad r.a., yang menceritakan bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. pernah bersabda,
"من أخاف أهل المدينة ظالماً أخافه الله وكانت عليه لعنة الله والملائكة والناس أجمعين لا يقبل منه عدل ولا صرف"
“Barangsiapa secara zhalim menakut-nakuti penduduk Madinah, pasti Allah akan membuatnya ketakutan dan ia akan mendapatkan laknat Allah, para Malaikat, dan seluruh manusia, serta tidak diterima amal sunah maupun amal wajibnya.”
Keterangan panjang ini, merupakan paparan mengenai bagaimana Nabi Muhammad saw. menjelaskan konsep relasi dengan negara dan tanah air, bagaimana mencintainya, menjaganya, membelanya dan juga melindungi warganya.
Disampaikan oleh Syeikh Adnan Al Afiyumi Mufti Damaskus dalam acara Konferensi Ulama Thariqah di Hotel Santika Kota Pekalongan, Jawa Tengah Indonesia, 15 Januari 2016
✒️ Ustadz Muhammad Husein Al Habsyi

👥 Facebook Page :
Fb.com/HabibMuhammadBinHuseinBinAnisAlHabsyi
📣 Telegram Channel :

Thursday, August 11, 2016

Monday, August 8, 2016

Kunci Meraih Tambahan Nikmat


Anda Ingin Mendapat Tambahan Nikmat Dengan Mudah,
Anugerah Berlimpah dan Tanpa Susah Payah...

Kuncinya ada dalam video diatas...
Saksikan, video singkat sarat manfaat... :-)

Jangan lupa sebarluaskan....

JAZAAKUMULLAAH KHOIRON.....TERIMAKASIH.... :-)

Mp3 dan Video Membeli Surga Habib Novel 7 Agustus 2016


Saturday, August 6, 2016

Lirik Mawlaya Sholli

Lirik Mawlaya Sholli

Program Beasiswa Imam Shafie College Mukalla Hadramaut


Alhamdulillah, telah dibuka kembali Pendaftaran Mahasiswa Baru Program Beasiswa Imam Shafie College Mukalla, Hadramaut – Yaman untuk periode 1437 H Gelombang 3. Bagi Anda yang berminat, silahkan bisa segera daftarkan diri Anda untuk dpat menuntut ilmu di Negeri mulia, di bawah naungan Seorang Alim Besar Shaikh Muhammad bin Ali Ba’athiyah :
WAKTU PENDAFTARAN
Gelombang 3 : Tanggal 5 s.d. 15 Agustus 2016
SYARAT
1. Berijazah SMA atau setara
2. Pernah mengenyam pendidikan pesantren.
3. Umur maksimal 21 tahun
4. Melampirkan Surat Rekomendasi dari Pon Pes.
5. Melampirkan foto kopi KTP & KK
6. Bersedia untuk Mukim beberapa waktu di LPD Al-Bahjah sebelum keberangkatan
Kirim Scan / Foto Dokumen – dokumen Di Atas ke :
Email : imamshafieindonesia@gmail.com
atau via WA : 085315082882
Contact Person Pendaftaran :
Ust Abdul Qodir 081334539215 (Malang)
Ust Abdul Rozaq 082243767051 (Lamongan)
INFORMASI LEBIH LANJUT
(Telp. WA) : Mafahim 085315082882
PENGETESAN
Tes Seleksi diadakan di 2 tempat berbeda (Silahkan Pilih Salah Satu)
Senin, 15 Agustus 2016
LPD AL-BAHJAH
Jl . Pangeran Cakrabuana No. 179 Blok Gudang Air Gg. Pesantren Kel. Sendang, Sumber – Cirebon
atau
Sabtu, 13 Agustus 2016
PP DARUT TOYYIBAH
Jl Rogonoto Timur No. 242 RT 05 RW 03 Desa Tamanharjo Kec. Singosari – Malang, Jawa Timur
“ Mohon Diinformasikan Kepada Yang Lainnya. Yakinilah Selagi Anda
Memberitahu Kepada Orang Lain Lalu Mereka Menjadi Ulama, Andapun Kelak Di Akhirat Mendapatkan Kemuliaan Seperti Ulama Tersebut ”

Seyegan Sleman Bersholawat bersama Habib Syekh

jadwal habib syekh

Hadirilah HUT RI KE 71 SEYEGAN BERSHOLAWAT bersama Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf
Kamis, 25 Agustus 2016
Jam : 19.00 WIB
Di Lapangan Margokaton, Seyegan, Sleman

Hukum Makelar Menaikkan Harga


Assalamu'alaikum Wr Wb. Semoga Buya selalu ada dalam lindungan Allah SWT, Buya saya mau bertanya : 
Saat itu saya mendapatkan titipan barang dari sahabat saya untuk saya jualkan dengan harga yang sudah ditentukan dan dia mengizinkan saya untuk menjual lebih dari harga tersebut dan kelebihannya untuk saya. Bagaimana hukumnya saya mengambil kelebihan tersebut dan bagaimana jika saya minta tolong teman yang lain untuk memasarkanya dengan menaikkan harga lagi?

Jawaban :
Wa’alaikumsalam wr. Wb. Saudaraku, Seseorang yang hanya sebagai wakil dalam jual beli tidak boleh menaikkan atau menurunkan harga. Jika seorang wakil menurunkan harga, jika sang pemilik barang tidak rela maka sang wakil harus menambah kekuranganya. Atau jika sang wakil menaikkan harga maka semua harga berikut kelebihan dari harga dasar adalah milik sang pemilik barang. Kecuali sang pemilik barang sudah mengizinkan untuk menaikkan harga sesuka wakil. Maka di saat itu sebenarnya sang pemilik barang telah memberikan kelebihan tersebut kepada sang wakil.

Dalam permasalahan yang anda tanyakan, anda adalah wakil semestinya anda tidak berhak mengambil kelebihan dari harga yang anda naikkan. Akan tetapi karena sang pemilik barang sudah mengizinkan kepada anda itu artinya telah memberikan kelebihan tersebut untuk anda, dan itu halal untuk anda.
Adapun jika anda bagi-bagi kelebihan harga tersebut kepada orang lain itu adalah hak anda dan itu boleh-boleh saja, intinya anda harus membayar kepada pemilik barang dengan harga yang sudah di tentukan sang pemilik barang. (wallohu a’lam bishshowab).


Friday, August 5, 2016

Hadirilah Pengajian bersama KH Abdullah Sa'ad


Hadirilah Pengajian Umum , Haflah Khotmil Quran XVI Halal bi Halal Pondok Pesantren Al Muttaqien Pancasila Sakti ( Mbah Lim )
Hari, Tanggal : Sabtu, 6 Agustus 2016
Jam 19.00 WIB
Tempat : Joglo Perdamaian Umat Manusia Sedunia Area Yayasan dan Pondok Pesantren Al Muttaqien Pancasila Sakti
Sumberrejo wangi, Troso, Karanganom, Klaten
Bersama KH Abdullah Sa'ad 

Lirik Khudzuni

Lirik Khudzuni

Kumpulan Mp3 Ceramah Buya Yahya

mp3 buya yahya, buya yahya

Posting Populer