April 2016 | Download MP3 & Jadwal Majelis

Monday, April 25, 2016

Ceramah Habib Luthfi bin Yahya


Mp3 Kajian Kitab At Tibyaan fii Aadaabi Hamalatil Quran


Mp3 Kajian Kitab Mafahim An Tushohhah

Sunday, April 24, 2016

Mp3 Puisi Gus Mus


MP3 Pengajian Gus Mus

Estafet Maulid Majelis Riyadul Jannah

Kumpulan MP3 Majelis Maulid


Friday, April 22, 2016

MP3 Mabruk Alfa Mabruk


Karya : Habib Rizieq
Dilantunkan : Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf
Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk yawm miiladik mabruuk

Selamat hari milad
Semoga dapat rahmat
Dari Allahu Ahad
Hingga hidup selamat

Selamat ulang tahun
Semoga rahmat turun
Dari Allah Pengampun
Sehingga hidup rukun

Friday, April 15, 2016

Adab Ulama Salaf Dalam Acara Maulid Nabi


Biasanya para salaf shalihin memperbanyak membaca shalawat kepada Baginda Rasulullah Saw., baik selama perjalanan, saat dan selama Maulid Nabi Saw. berlangsung, baik dibaca secara sirr (dalam hati) ataupun jahr (diucapkan dengan lisan).
Momentum yang paling baik dan berkah dalam pembacaan Maulid Nabi Saw. adalah pada saat Mahallul Qiyam (saat berdiri), ketika melantunkan:
“Yaa Nabi salam ‘alaika # Yaa Rasul salam ‘alaika.”
Di antara bait-bait tersebut adalah momentum yang terbaik kita berdoa memohon kepada Allah Swt. atas segala doa dan hajat kita.

Thursday, April 14, 2016

MP3 Majelis Ahbaabul Musthofa April 2016

Rutinan Majelis Ahbaabul Musthofa 13 April 2016

Mp3 dan Video Panggung Gus Mus di Mata Najwa 13 April 2016


Wednesday, April 6, 2016

Seratus Dinar Untuk Mengajarkan Al-Quran


Oleh Ustadz Novel Bin Muhammad Alaydrus
Pengasuh Majelis Ilmu Dan Dzikir AR-RAUDHAH, SOLO

Seorang sufi menyerahkan pendidikan Al-Quran anaknya kepada seorang guru.  Ketika sang anak sudah dapat membaca Al-Quran dengan baik hingga surat Ar-Rahmân, sang ayah memberi guru tersebut uang sejumlah seratus dinar  sebagai hadiah.  Akan tetapi guru tersebut menolaknya dan menganggap pemberian itu terlampau banyak.  Melihat sikapnya, sang sufi berkata, "Maaf, serahkan putraku kepadaku, aku tidak berkenan engkau mendidiknya lagi."

"Mengapa demikian?" tanya guru tersebut keheranan.

"Karena engkau tidak memuliakan Al-Quran.  Engkau menganggap pemberianku sebesar seratus dinar terlampau banyak.  Sebenarnya, seandainya kuberikan seluruh hartaku kepadamu sebagai hadiah atas jasamu mengajarkan Al-Quran kepadanya, maka semua itu masih sedikit," jawabnya.

Sufi tersebut kemudian menyerahkan pendidikan Al-Quran anaknya kepada guru yang lain.  Dan guru yang menolak pemberiannya tersebut menyesali sikapnya. (dikutip dari Kalâm Habib 'Alî bin Muhammad Al-Habsyî manuskrip, Juz Akhir, hal.2)

Hikmah Di Balik Kisah

  Generasi terdahulu sangat memperhatikan pendidikan Al-Quran anak-anak mereka.  Jika salah seorang anak telah mengkhatamkan Al-Quran tiga puluh juz dengan baik di bawah bimbingan seorang guru, maka orang tuanya segera menyelenggarakan pesta khatmul Quran.  Mereka mengundang para ulama, tokoh masyarakat, kerabat serta teman-teman terdekat, layaknya undangan pesta perkawinan.  Lain halnya dengan umat Islam dewasa ini.  Untuk pesta ulang tahun, mereka siap mengeluarkan dana yang tidak sedikit, akan tetapi, ketika anaknya mengkhatamkan Al-Quran, mereka tidak berbuat apa-apa.
  
Tidak sedikit orang tua yang melalaikan pendidikan Al-Quran anaknya.  Sungguh suatu hal yang menyedihkan, demi mendapatkan nilai yang tinggi dalam berbagai mata pelajaran di sekolah, orang tua rela mengeluarkan jutaan rupiah.  Akan tetapi, demi pendidikan Al-Quran, orang tua sering kali menganggap terlampau mahal.  Terhadap penyanyi yang menghibur dalam sebuah acara perkawinan, tuan rumah rela membayar mahal, akan tetapi, terhadap Qâri yang melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran dengan suara merdu, ia merasa keberatan untuk membayar mahal.

📣 Telegram Channel :
http://bit.ly/majelisarraudhah

Untuk Bertanya dan Berkomentar silahkan PM atau Japri ke @habibnoval

Jangan lupa share artikel di atas kepada semua umat Islam di manapun mereka berada….. 😊😊😊

Telegram di PC Maupun Laptop

Solusi bagi yang belum mempunyai android tapi pengen punya Telegram di PC atau Laptop.
Instal Aplikasi Telegram terlebih dahulu kalau belum ada bisa di download di Telegram di PC atau Laptop
Kalau sudah terinstal ikuti langkah langkah berikut ini untuk menggunakannya

Langkah 1 Klik Start Messaging

Langkah ke 2 isi no hp kemudian klik Here


Langkah ke 3 isikan kode yang telah dikirimkan ke Hp


Langkah ke 4 Isikan Nama


Langkah ke 5 Ketik di nama dikotak pencarian  kalau sudah muncul tinggal klik Join Channel yang berada di bawah

Selamat mencoba semoga bermanfaat.

Benarkah Bersentuhan Kulit Antara Suami dan Istri Membatalkan Wudhu?


Oleh Ustadz Novel Bin Muhammad Alaydrus
Pengasuh Majelis Ilmu Dan Dzikir AR-RAUDHAH, SOLO
Tanya:
Benarkah bersentuhan kulit secara langsung antara suami dan istri membatalkan wudhu keduanya?
Jawab:
Salah satu hal yang membatalkan wudhu adalah bersentuhan kulit pria dan wanita yang telah dewasa dan halal untuk dinikahi, secara langsung, tanpa adanya penghalang yang menutupi kulit salah satu di antara mereka.
Yang dimaksud dengan dewasa adalah yang telah mampu membangkitkan syahwat, meskipun belum mencapai usia baligh. Timbulnya syahwat bagi kaum pria ditandai dengan ereksi, sedangkan bagi kaum wanita adalah adanya rasa ketertarikan terhadap pria. (Lihat Ahmad bin 'Umar Asy-Syâthirî, Nailur Rajâ`, Dârul Minhâj, 83.)

Saturday, April 2, 2016

Ceramah Habib Novel Dakwah Nabi Yang Damai di UNS

Ceramah Habib Novel bin Muhammad Alaydrus ketika di Masjid Nurul Huda UNS 31 Maret 2016

Friday, April 1, 2016

Dakwah Mengajak Orang Kejalan Kebaikan


Tulisan ini terinspirasi dari ceramah Habib Novel bin Muhammad Alaydrus di UNS malam ini.
Suatu ketika beliau didatangi pendaki gunung dari Purwakarta. Orang itu sering mengikuti kajian habib Novel di youtube. Dia berkata pada habib Novel bahwa dirinya dulu nakal dan tidak tertarik dengan acara pengajian. Kemudian suatu hari dia diajak oleh temannya untuk ngopi dan ngobrol bersama, dia lalu tertarik memenuhi ajakan temannya, dan ternyata sampai di tempat tujuan tersebut memang terdapat kopi dan ternyata isi "obrolannya" adalah pengajian. Sejak saat itu dia ketagihan mengikuti pengajian hingga saat ini.
Dakwah bukan memaksa orang untuk mendengarkan ceramah kita, harus datang ke masjid atau dengan sisi eksklusif yang lain, namun mengajak orang kepada jalan kebaikan dengan cara apapun.
Dan ternyata sambil duduk nyantai dan ngopi kita bisa berdakwah. Bahkan lebih mudah untuk diterima.

Posting Populer