Request MP3 sholawat dan Pengajian WA 085290909095

Jumat, 14 Juli 2017

Kitab Fiqih Muhammadiyah Karya KH Ahmad Dahlan


GURU DAN AMALIAH KH. AHMAD DAHLAN (MUHAMMADIYYAH) DAN KH. HASYIM AS’ARI (NU) ADALAH SAMA TIADA PERBEDAAN

Kitab Fiqih Muhammadiyah Karya KH Ahmad Dahlan
Tulisan kali ini hendak mempertegas tulisan kami yang telah lalu berjudul “Sejarah Awal Muhammadiyah yang Terlupakan”, dimana banyak dari kita belum tahu atau sengaja melupakan sejarah awal Muhammadiyyah.

Secara ringkas kami katakan bahwa, KH. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyyah pada 18 November 1912/8 Dzull Hijjah 1330) dengan KH. Hasyim Asy’ari (pendiri NU pada 31 Januari 1926/16 Rajab 1344) adalah satu sumber guru dengan amaliah ubudiyah yang sama. Bahkan keduanya pun sama-sama satu nasab dari Maulana ‘Ainul Yaqin (Sunan Giri).


Berikut kami kutip kembali ringkasan “Kitab Fiqih Muhammadiyyah”, penerbit Muhammadiyyah Bagian Taman Poestaka Jogjakarta, jilid III, diterbitkan tahun 1343 H/1925 M, dimana hal ini membuktikan bahwa amaliah kedua ulama besar di atas tidak berbeda:

1. Niat shalat memakai bacaan lafadz: “Ushalli Fardha...” (halaman 25).
2. Setelah takbir membaca: “Allahu Akbar Kabiran Walhamdulillahi Katsira...” (halaman 25).
3. Membaca surat al-Fatihah memakai bacaan: “Bismillahirrahmanirrahim” (halaman 26).
4. Setiap shalat Shubuh membaca doa Qunut (halaman 27).
5. Membaca shalawat dengan memakai kata: “Sayyidina”, baik di luar maupun dalam shalat (halaman 29).
6. Setelah shalat disunnahkan membaca wiridan: “Istighfar, Allahumma Antassalam, Subhanallah 33x, Alhamdulillah 33x, Allahu Akbar 33x” (halaman 40-42).
7. Shalat Tarawih 20 rakaat, tiap 2 rakaat 1 salam (halaman 49-50).
8. Tentang shalat & khutbah Jum’at juga sama dengan amaliah NU (halaman 57-60).

KH. Ahmad Dahlan sebelum menunaikan ibadah haji ke tanah suci bernama Muhammad Darwis. Seusai menunaikan ibadah haji, nama beliau diganti dengan Ahmad Dahlan oleh salah satu gurunya, as-Sayyid Abubakar Syatha ad-Dimyathi, ulama besar yang bermadzhab Syafi’i.

Jauh sebelum menunaikan ibadah haji, dan belajar mendalami ilmu agama, KH. Ahmad Dahlan telah belajar agama kepada asy-Syaikh KH. Shaleh Darat Semarang. KH. Shaleh Darat adalah ulama besar yang telah bertahun-tahun belajar dan mengajar di Masjidil Haram Makkah.


Di pesantren milik KH. Murtadha (sang mertua), KH. Shaleh Darat mengajar santri-santrinya ilmu agama, seperti kitab al-Hikam, al-Munjiyyat karya beliau sendiri, Lathaif ath-Thaharah, serta beragam ilmu agama lainnya. Di pesantren ini, Mohammad Darwis ditemukan dengan Hasyim Asy’ari. Keduanya sama-sama mendalami ilmu agama dari ulama besar Syaikh Shaleh Darat.

Waktu itu, Muhammad Darwis berusia 16 tahun, sementara Hasyim Asy’ari berusia 14 tahun. Keduanya tinggal satu kamar di pesantren yang dipimpin oleh Syaikh Shaleh Darat Semarang tersebut. Sekitar 2 tahunan kedua santri tersebut hidup bersama di kamar yang sama, pesantren yang sama dan guru yang sama.


Dalam keseharian, Muhammad Darwis memanggil Hasyim Asy’ari dengan panggilan “Adik Hasyim”. Sementara Hasyim Asy’ari memanggil Muhammad Darwis dengan panggilan “Mas atau Kang Darwis”.

Selepas nyantri di pesantren Syaikh Shaleh Darat, keduanya mendalami ilmu agama di Makkah, dimana sang guru pernah menimba ilmu bertahun-tahun lamanya di Tanah Suci itu. Tentu saja, sang guru sudah membekali akidah dan ilmu fikih yang cukup. Sekaligus telah memberikan referensi ulama-ulama mana yang harus didatangi dan diserap ilmunya selama di Makkah.

Puluhan ulama-ulama Makkah waktu itu berdarah Nusantara. Praktek ibadah waktu itu seperti wiridan, tahlilan, manaqiban, maulidan dan lainnya sudah menjadi bagian dari kehidupan ulama-ulama Nusantara. Hampir semua karya-karya Syaikh Muhammad Yasin al-Faddani, Syaikh Muhammad Mahfudz at-Turmusi dan Syaikh Khaathib as-Sambasi menuliskan tentang madzhab Syafi’i dan Asy’ariyyah sebagai akidahnya. Tentu saja, itu pula yang diajarkan kepada murid-muridnya, seperti KH. Ahmad Dahlan, KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah, Syaikh Abdul Qadir Mandailing dan selainnya.


Seusai pulang dari Makkah, masing-masing mengamalkan ilmu yang telah diperoleh dari guru-gurunya di Makkah. Muhammad Darwis yang telah diubah namanya menjadi Ahmad Dahlan mendirikan persarikatan Muhammadiyyah. Sedangkan Hasyim Asy’ari mendirikan NU (Nahdlatul Ulama). Begitulah persaudaraan sejati yang dibangun sejak menjadi santri Syaikh Shaleh Darat hingga menjadi santri di Tanah Suci Makkah. Keduanya juga membuktikan, kalau dirinya tidak ada perbedaan di dalam urusan akidah dan madzhabnya.


Saat itu di Makkah memang mayoritas bermadzhab Syafi’i dan berakidahkan Asy’ari. Wajar, jika praktek ibadah sehari-hari KH. Ahmad Dahlan persis dengan guru-gurunya di Tanah Suci. Seperti yang sudah dikutipkan di awal tulisan, semisal shalat Shubuh KH. Ahmad Dahan tetap menggunakan Qunut, dan tidak pernah berpendapat bahwa Qunut sholat subuh Nabi Muhammad Saw adalah Qunut Nazilah. Karena beliau sangat memahami ilmu hadits dan juga memahami ilmu fikih.

Begitupula Tarawihnya, KH. Ahmad Dahlan praktek shalat Tarawihnya 20 rakaat. Penduduk Makkah sejak berabad-abad lamanya, sejak masa Khalifah Umar bin Khattab Ra., telah menjalankan Tarawih 20 rakaat dengan 3 witir, sehingga sekarang. Jumlah ini telah disepakati oleh sahabat-sahabat Nabi Saw. Bagi penduduk Makkah, Tarawih 20 rakaat merupakan ijma’ (konsensus kesepakatan) para sahabat Nabi Saw.


Sedangkan penduduk Madinah melaksanakan Tarawih dengan 36 rakaat. Penduduk Makkah setiap pelaksanaan Tarawih 2 kali salaman, semua beristirahat. Pada waktu istirahat, mereka mengisi dengan thawaf sunnah. Nyaris pelaksanaan shalat Tarawih hingga malam, bahkan menjelang Shubuh. Di sela-sela Tarawih itulah keuntungan penduduk Makkah, karena bisa menambah pahala ibadah dengan thawaf. Maka bagi penduduk Madinah untuk mengimbangi pahala dengan yang di Makkah, mereka melaksanakan Tarawih dengan jumlah lebih banyak.


Jadi, baik KH. Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim Asy’ari tidak pernah ada perbedaan di dalam pelaksanaan ubudiyah. Ketua PP. Muhammdiyah, Yunahar Ilyas pernah menuturkan: “KH. Ahmad Dahlan pada masa hidupnya banyak menganut fiqh madzhab Syafi’i, termasuk mengamalkan Qunut dalam shalat Shubuh dan shalat Tarawih 23 rakaat. Namun, setelah berdirinya Majelis Tarjih pada masa kepemimpinan KH. Mas Manshur, terjadilah revisi-revisi, termasuk keluarnya Putusan Tarjih yang menuntunkan tidak dipraktekkannya doa Qunut di dalam shalat Shubuh dan jumlah rakaat shalat Tarawih yang sebelas rakaat.”


Sedangkan jawaban enteng yang dikemukan oleh dewan tarjih saat ditanyakan: “Kenapa ubudiyyah (praktek ibadah) Muhammadiyyah yang dulu dengan sekarang berbeda?” Alasan mereka adalah karena “Muhammadiyyah bukan Dahlaniyyah”.

Masihkah diantara kita yang gemar mencela dan mengata-ngatai amaliah-amaliah Ahlussunnah wal Jama’ah Nahdlatul Ulama sebagai amalan bid’ah, musyrik dan sesat?


logoblog

3 komentar:

Kategori

Habib Novel bin Muhammad Alaydrus (174) Habib Muhammad Husein Al Habsyi (119) Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf (87) Jadwal (86) ar raudhah (80) lirik (55) Habib Syekh Bin Abdul Qodir Assegaf (50) Qosidah (45) artikel (36) lirik Qosidah (29) video (28) Ahbaabul Musthofa (26) Buya yahya (25) aswaja (24) Sholawat (23) haul (23) Riyadhul jannah (21) Teks Sholawat (21) jadwal pengajian (20) KH Abdullah Sa'ad (19) ceramah (18) Rutinan (16) Teks Qosidah (16) aplikasi (16) Hadroh (15) habib luthfi (15) habib umar bin hafidz (15) mp3 (13) rutinan ar raudhah (11) Langitan (10) kajian kitab (10) kh jamaludin ahmad (10) Doa (9) Ust Yusuf Mansyur (9) AL munsyidin (8) Gus Mus (8) Majlis Alhidayah (8) bedah buku (8) jadwal habib syekh (8) kajian (8) klaten (8) nasyid (8) ramadhan (8) Al Hikam (7) Gus karim (7) H Soni Parsono (7) Habib Munzir Al Musawa (7) KH Ma'ruf Islamuddin (7) alhidayah (7) azzahir (7) habib taufiq (7) kh anwar zahid (7) lagu anak islami (7) syubbanul muslimin (7) Buku (6) Habib Taufiq Bin Abdul Qodir Assegaf (6) KH Abdul Karim Ahmad Musthofa (6) Muhammad Hadi Assegaf (6) habib novel (6) renungan (6) Cak nun (5) Fiqih (5) Pop religi (5) Sholawatan di Klaten (5) aa gym (5) alhikam (5) gus baha' (5) imsakiyah (5) launching buku (5) masjid agung surakarta (5) AL Bahjah (4) Habib Muhammad Syafi'i bin Edrus Alaydrus (4) KH Zainuddin MZ (4) KH. Abdul Karim Ahmad Mustofa (4) Lirik Sholawat (4) Majelis rosulullah (4) ahbabul musthofa (4) az zahir (4) babul musthofa (4) gus muwafiq (4) kajian rutin jumat (4) kh yazid bustomi (4) pengajian (4) sholawatan (4) Bustanul Asyiqin (3) Habib Taufik (3) Jawa (3) Maher Zain (3) VCD Tausyiah (3) Wafiq Azizah (3) gus azmi (3) gus wahid (3) habib ali zainal abidin (3) habib jindan bin novel (3) habib syekh (3) jadwal ahbabul musthofa (3) jaket (3) kh maimoen zubair (3) lagu jawa (3) pengajian lucu (3) puisi (3) Bahtsul Masail (2) Cerita hikmah (2) Habib Abu Bakar Fahmi Assegaf (2) Habib Alwi (2) Habib Hasan Al Kaf (2) Habib Salim (2) Jamuro (2) Murotal (2) Nissa Sabyan (2) Qosidah Langitan (2) Ustadz Arifin Ilham (2) Ustadz Jefri Al Bukhori (2) bid'ah (2) ceramah lucu (2) dzikir (2) ebooks (2) gus miftah (2) gus shofa (2) habib husein (2) hadroh klaten (2) ilmu urip (2) isro' mi'roj (2) kajian pagi (2) kajian ramadhan 1433H (2) kh abdullah saad (2) khotmil qur'an (2) khutbah (2) kyai nu (2) launching website aswaja (2) majelis ar ridwan (2) majlis dzikir (2) maulid akbar (2) maulidan (2) motivasi (2) mp3 ceramah (2) secangkir kopi hikmah (2) syekh jibril (2) syiiran polisi (2) tahunan (2) tembang jawa (2) veve zulfikar (2) wayang (2) wisata hati (2) AL Aqso Group (1) Al FIrdaus Darul Ulum Jombang (1) Al Fatah Group (1) Al Ishlah Group (1) Al Islamiyyah Group (1) Al Istiqomah Sunan Drajad Lamongan (1) Al Madaniyah (1) Al Quds (1) As Samawat Group (1) Chikita Meddy (1) Dhea Ananda (1) Habib Umar Muthohar (1) Habib Umar bin Husain Aseegaf (1) Hadroh Aktsarunnafi Madiun (1) Hadroh Fattahillah (1) Hadroh Gapuro (1) Hadroh MTTA Sawit (1) Harlah (1) Hikmah Pagi (1) IAIN Surakarta (1) Jannur (1) KH A Mustofa Bisri (1) KH Ahmad Asror (1) KH Duri Azhari (1) KH Imron Jamil (1) KH Khairullah Ramli (1) KH Muhyiddin (1) KH Uzairon Thoifur Abdillah (1) KH. Ahmad Asrori Al Ishaqy (1) Kalender 2013 (1) Kaos (1) Khataman Qur'an (1) Launching ukm (1) Logo (1) Majlis Rosulullah (1) Mayada (1) Mencium tangan (1) Mutiara Dhuha (1) Mutiara Hikmah (1) Nur Kasih (1) Nuzunul quran (1) Padhang bulan (1) Pengiriman (1) Qosidah Nasida Ria (1) Roudlotul Ahbab (1) Rutinan di Carrefour Solobaru (1) Sakha (1) Sedekah (1) Sholawat Munjiyat (1) Syi'ir Bunga Melati (1) Syi'iran NU (1) Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (1) Tasya (1) Tips (1) Umam (1) adab nabi (1) ahmad sukino (1) al muqorobbin (1) awal tahun (1) bp dahlan iskan (1) brothers (1) ceng zam zam (1) ceramah gus baha' (1) dai cilik (1) design kalender (1) foto habib syekh (1) gambus (1) gus yusuf (1) h enthus (1) h seno hadi sumitro (1) habib novel jindan bin novel (1) habib syarief mulachela (1) harlah gp ansor 78 (1) harlah nu (1) hongkong (1) ilmu (1) islam (1) jadwal haul (1) jadwal sholat (1) jamaro (1) jawa timur (1) joko tingkir (1) jurus takwa (1) kajian rabu (1) kewajiban (1) kh abdullah gymnastiar (1) kh ahmad dahlan (1) kh dimyathi termas (1) kh marzuki mustamar (1) kh mashudi (1) ki joko gorio goro (1) kisah (1) kursus (1) kyaijawab (1) mafia sholawat (1) majlis (1) makna ilir ilir (1) manahan (1) manajemen qolbu (1) manaqib (1) mangkuyudan (1) maulid (1) mbah asrori (1) melatih anak (1) menuntut ilmu (1) monas (1) mursyid (1) muslimat (1) nabi yusuf (1) nabiyil musthofa (1) orang alim (1) pengajian di carrefour (1) pesholatan (1) ponpes almuttaqien (1) ponpes alquranny (1) popongan (1) puasa (1) puasa ramadhan (1) puasa untuk anak (1) pwnu jawa timur (1) raihan (1) ramadhan 1434 h (1) ramadhan 1435h (1) ramadhan 1436h (1) rotib al hadad (1) sadranan (1) serakah (1) shubbabul muslimin (1) shubbanul muslimin (1) sifat tercela (1) sklaten (1) sms aswaja (1) sms gratis (1) sritex arena (1) sulis (1) syafaat (1) syair (1) syauqurrosul (1) syiir (1) taufiq (1) tips anak (1) tutorial (1) umroh (1) ustadz abdul somad (1) ustadz jarwadi (1) waktu sholat (1) ziarah (1)